Translate

Rabu, 21 Agustus 2013

Hati-Hati Bertransaksi Melalui Internet



INFO SENKOM , Menyikapi maraknya penipuan melalui internet yang telah banyak memakan korban lewat belanja online, Sulsel 3A selaku Wakil Sekertaris Senkom Mitra Polri Provinsi Sulawesi Selatan merasa penasaran ingin mengetahui modus dari aksi penipuan tersebut. Maka rencanapun disusun.

Diawali dengan mencoba memesan kamera digital pada Senin (19/08/2013) sore, melalui sebuah situs belanja yang memasang website dengan menggunakan blog gratisan. Transaksi selanjutnya dilakukan melalui sms, setelah diperoleh kesepakatan mengenai harga, Sulsel 3A kemudian menanyakan ke mana uang tersebut ditransfer, namun si pengelola website tidak bersedia memberikan nomor rekening, kecuali bila Sulsel 3A atau pemesan sudah siap dan benar-benar bersedia mentransfer uangnya. Aroma penipuan sudah mulai tercium, dari sini.
Singkat cerita, Selasa (20/08/2013) pukul 06.00 pagi, Sulslel 3A menerima nomor rekening BRI atas nama Fitri Rahayu dan uang ditransfer. 

Rabu  (21/08/2013) sore keesokan harinya, Sulsel 3A menerima sms yang menyatakan barang yang dipesan tidak dapat dikirim.

“Mohon maaf gan, barusan ada penyampaian dari JNE, pesanan anda ga bisa terkirim kalau cuman 1unit, minimal 3 yunit barang baru JNE bisa kirim” demikian bunyi sms yang diterima dari nomor 087840552547 pada pukul 18.01 wita.

Kecurigaan makin besar, kejanggalan terlihat jelas dan menimbulkan pertanyaan, sejak kapan JNE membuat aturan pengiriman barang harus mencapai 3 unit baru dapat dikirim?

Sesaat setelah menerima sms tersebut, Sulsel 3A mencoba meminta agar pengelola belanja online itu mentransfer kembali dana yang telah dikirim, namun kembali Sulsel 3A menerima sms balasan, “Gimana cranya gan brang sudah d’Jne.www.panacenter.blogspot.com” (isi pesan ditulis apa adanya, sengaja tidak dilakukan perubahan, perhatikan cara penulisan pesan yang tidak beraturan). Kejanggalan yang makin meyakinkan bahwa pengelola website ini sangat amatir.

Sesaat kemudian Personil Senkom Mitra Polri Sulsel ini, berkali-kali mencoba menghubungi nomor HP si pengirim pesan singkat, namun selalu terdengar nada sibuk, atau sedang berada di luar jangkauan dan sulit dihubungi. 

Pukul 19.46 wita, si pengelola blog kembali mengirim sms yang mencantumkan nomor resi,  bukti pengiriman dari JNE Kemayoran Jakarta Selatan, disusul sms berikutnya yang menyatakan bahwa barang pesanan bisa dikirim, "Iya gan, kami konsultasi tadi dri pihak JNE bagaimana jlan keluarx ternyata masih bisa d'kasi kebijaksana'an, kami pihak toko minta maf karna membuat agan ragu. www.panacenter.blogspot.com" 

Demikian bunyi sms yang menyertakan alamat blogspot yang merupakan alamat website tempat si pengelola memajang sejumlah produk barang yang dijual secara online.

Di website itu tercantum bahwa barang yang ditawarkan merupakan barang Black Market (BM), tidak ada garansi resmi dari distributor.

“Tp, Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya” demikian kutipan selanjutnya yang terbaca di web gratis itu.Penggunaan web gratis yang dengan mudah diganti-ganti, banyak digunakan para pelaku kejahatan dunia maya. 

Selain memajang sejumlah barang elektronik, juga dicantumkan alamat gerai, yang menurut laporan dari rekan-rekan Senkom Mitra Polri lokal Jaya, gerai tersebut tidak ada atau fiktif, ini juga merupakan ciri pelaku penipuan.
Adapula nomor hotline yang sempat beberapa saat sulit dihubungi.
 
Alamat Gerai :
  Mall Artha Gading No.13rd,BlokA5 No.2
Jl.Boulevard Artha Gading,Jakarta Utara
Hotline :
0878-4055-2547
(24 JAM ONLINE)

Cerita berlanjut, Kamis (22/08/2013) pukul 13.15 wita, Sulsel 3A menerima telephon dari seorang laki-laki yang mengaku dari Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, yang menyatakan bahwa barang yang dipesan merupakan barang illegal dan dengan terpaksa ditahan serta tidak boleh dikirim, kecuali dengan membayar uang tebusan. Makin membuat kita yakin bahwa ini modus penipuan. 

Sebelumnya, peristiwa serupa juga menimpa seorang warga di Mojokerto, Jawa Timur. Anggota Senkom Mitra Polri sektor Jawa Timur, Jatim 0902 melalui milis Senkom menulis, warga tersebut dimintai sejumlah uang yang mencapai jutaan rupiah dari pihak bea cukai Bandara dengan alasan untuk menebus paket yang dipesannya, karena berisi barang-barang illegal.

Melalui tulisan ini, kami mengingatkan kepada semua pembaca yang terbiasa melakukan transaksi melalui internet, agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Perhatikan baik-baik dan jelilah melihat situs dan website yang menyediakan layanan belanja online. Carilah informasi sebanyak-banyaknya sebelum melakukan transaksi. Jangan mudah tergiur dengan harga murah yang ditawarkan.

Ciri-ciri umum dari penyedia produk online penipuan ini, dapat dilihat dari gambaran toko fiktif dengan alamat toko yang tidak jelas, harga produk/barang yang jauh lebih murah dari toko online yang resmi, testimoni yang ditampilkan merupakan testimoni palsu, live chat yang tidak terhubung, gaya penulisan yang asal dan tidak beraturan. (sumber; www.polisionline.com)

Selain Panacenter.blogspot.com, masih ada beberapa website penyedia jasa belanja online yang perlu diwaspadai,  antara lain:
1.www.lazada04.blogspot.com
2.www.oke-shop789.blogspot.com
3.www.point2000shop.blogspot.com
4.www.areabelanjaolshop.com
5.www.abadycell99.blogspot.com
6.www.gebyarelektroshop.com
7.www.mitrajayashopping.com
8.www.galaxyblackmarket.com
9.www.greenseluler.blogspot.com
10.www.citrablackmarket.com
11.www.barang-bm39.blogspot.com
12.www.abadi-shop.blogspot.com
13.www.imobile-live.com
14.www.sinar-elektronic.web.id
15.www.extrashop47.blogspot.com
16.www.wahyucelluler.blogspot.com
17.www.toko-iqbal.blogspot.com
18.www.jaya-elektronic.blogspot.com
19.www.jayadishop.blogspot.com
20.www.anugrahjaya-celluler.blogspot.com
21.www.meratuselectronica.com 
(rill/Sulsel 3A)
 

Minggu, 14 Juli 2013

Senkom Luwu Utara Turun dengan Kekuatan Penuh dalam Operasi Ketupat 2013

SENKOM LUWU – Sejumlah persiapan telah dilaksanakan untuk pelaksanaan Operasi Ketupat 2013. Tidak terkecuali Jajaran Polresta Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. 

Sulsel 21.05 dan Sulsel 21.02
Berdasarkan laporan Anggota Sentra Komunikasi dari local 21 kabupaten Luwu, persiapan telah mulai dilakukan sejak beberapa hari terakhir ini.

“Persiapan telah dilakukan sejak dini, terutama melihat situasi di kabupaten Luwu Utara beberapa bulan terakhir ini diwarnai beberapa aksi tawuran antar warga yang bias mengganggu kamtibmas,”lapor Syukur Wati dari Luwu Utara.

Sekertaris Senkom Mitra Polri kabupaten Luwu Utara dengan call sign Sulsel 21.05 itu mengatakan, pihaknya akan menurunkan kekuatan penuh seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Jajaran Senkom Mitra Polri kabupaten Luwu Utara akan menurunkan kekuatan penuh dalam operasi ketupat 2013 ini, kita akan turunkan 20 personil yang bertugas secara bergantian seperti tahun-tahun sebelumnya,”lanjutnya.

Jajaran Senkom Mitra Polri kabupaten Luwu akan bertugas di posko gabungan,bersama anggota TNI,POLRI,DAMKAR,DISHUB,  yang terbagi dalam 3 pos jaga, yakni Pos I di Baliase, Pos II di Masamba dan Pos III di Tarue.
(rill/Sulsel 3A)

Selasa, 25 Juni 2013

Warga Resah Ribuan Hektar Hutan Riau Terbakar Macan Tutul Berkeliaran

SENKOM RIAU Kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau yang terjadi sejak sepekan terakhir ini, telah melalap  areal seluas 3.700 hektar. Berdasarkan pantauan Senkom Mitra Polri Provinsi Riau, kebakaran hutan tersebut bermula pada hari Kamis (20/6/2013) lalu.

Kabut asap 'menghalangi pandangan'
Kebakaran terjadi pertama kali di lahan perkemahan Pramuka, tidak jauh dari kantor Walikota Perwira, Kelurahan Tanjung Palas RT.12. Demikian laporan Senkom Mitra Polri melalui milis berita yang dikutip Info Senkom. Di hari pertama terjadinya kebakaran tersebut, api berhasil menjalari lahan seluas 60 Ha, memaksa 20 Kepala Keluarga yang bermukim di kelurahan Mekar Sari Km.21 dan Kampung Sejati Km.9 terpaksan harus diungsikan menjauhi titik api.  

Pakar lingkungan dari Universitas Riau, Prof Adnan Kasri, sebagaimana dikutip dari Suara Merdeka menyatakan, asap tebal sebagai dampak dari kebakaran lahan gambut kali ini merupakan yang paling parah sepanjang sejarah. Kebakaran berskala besar di provinsi Riau kali ini bukan yang pertama terjadi. Tahun 1997-1998 lalu, kebakaran hebat juga pernah terjadi dan sekitar 10 juta hektar lahan rusak akibat kebakaran tersebut.

Tahun 2002 dan 2005, kebakaran hutan dan lahan kembali melanda Riau, juga dengan skala yang cukup besar. Kebakaran yang diakibatkan oleh konversi hutan di lahan gambut itu kembali memusnahkan ribuan hektar lahan hutan.

Dampak penting dari kebakaran hutan dan lahan sangat dirasakan terutama oleh  masyarakat yang menggantungkan hidupnya kepada hutan,demikian pula dengan satwa liar seperti gajah, harimau dan orang utan yang pasti kehilangan habitat akibat dari kebakaran ini.

Dilaporkan, saat ini warga resah dengan makin banyaknya macan tutul berkeliaran memasuki pemukiman warga, “Seekor macan tutul tertangkap, karena masuk rumah warga setelah kakinya terbakar di lokasi kebakaran lahan daerah Lubuk Gaung, Nerbit Besar,” Lapor Muji Yanto,Wakil Ketua Senkom Mitra Polri Riau.

Personil Senkom yang akrab disapa Simbah Dumai dengan call sign Riau 2.03 ini menyatakan Senkom Riau terjun langsung ke titik lokasi kebakaran bersama tim gabungan dari BPBD,TNI dan Polri untuk mengatasi kebakaran.
(rill/Sulsel 3A)

Minggu, 23 Juni 2013

Senkom Bantu Rekap Suara Pilwalkot Bandung

SENKOM BANDUNG, Pemilihan kepala daerah walikota dan wakil walikota Bandung, Minggu (23/6/2013) dilaporkan berjalan meriah aman kondusif.

Jajaran Senkom Mitra Polri kota Bandung ikut berperan aktif dalam pengamanan dan pemantauan pelaksanaan pilwalkot Bandung 2013.
Melalui Laporan Situasi (Lapsit) Nasional, Minggu (23/6/2013) Malam, Anggota Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri dari kota Bandung, Ikhwan Junaedi Khoiri melaporkan, pelaksanaan pilwalkot berjalan lancar kondusif, 

“Personil Senkom ditempatkan di setiap kelurahan, sekaligus untuk menghimpun dan merekap suara yang masuk, untuk dilaporkan ke Panwaslu,”lapor Jabar 02.22, call sign Ikhwan Khoiri.

Pasangan calon walikota dan wakil walikota nomor urut 4, Ridwan Kamil dan Oded Muhammad, unggul berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Jaringan Suara Indonesia (JSI), dengan perolehan 44,55 persen dalam Pemilihan Wali Kota Bandung periode 2013-2018.

“Jumlah suara yang masuk hingga malam ini, sudah mencapai 100 persen, dengan mengambil sampel dari 270 TPS, total suara 62.351, dan tingkat partisipasi pemilih (VTO) 56,93 persen. Pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra ini jauh memimpin,”sambung personil Senkom lainnya, Jabar 01.42, Zulfikar dari Sekretariat Senkom Mitra Polri kota Bandung.

(rill/Sulsel 3A)

Rabu, 19 Juni 2013

Senkom Sesalkan Insiden Penembakan Wartawan

SENKOM PP – Sentra Komunikasi Mitra Polri menyayangkan terjadinya insiden yang menyebabkan sejumlah wartawan terluka oleh tindakan aparat kepolisian, saat terjadi aksi unjuk rasa mahasiswa menjelang penetapan kenaikan harga BBM selama beberapa hari ini.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media, dua wartawan terkena tembakan aparat polisi, satu korban jatuh di Jambi dan satu lagi di Ternate, Maluku Utara.

Ketua Umum Senkom Mitra Polri, H.Moh.Sirot, SH mengatakan, Senkom Mitra Polri merasa perlu menanggapi masalah ini, selain karena dalam jajaran  Senkom ada yang dari kalangan media, juga merupakan bentuk perhatian Senkom terhadap sinergi hubungan kemitraan antara polisi, masyarakat dan media.

“Sesuai dengan UU No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,  Senkom meminta semua pihak menjaga hubungan baik dalam kerjasama dengan media. Media senantiasa membantu tugas-tugas kepolisian maupun institusi dan lembaga pemerintah lainnya dalam menyebarkan informasi kepada publik mengenai agenda dan kegiatan lemabaga pemerintah, dan itu sudah menjadi hak publik yang diatur dalam undang-undang. Khusus masalah kinerja wartawan dilindungi UU Pers no 40 tahun 1999,” kata Sirot.

Hal senada diungkapkan ketua Presidium IPW (Indonesia Police Watch ), Neta S Pane. Menurutnya, tindakan represif kepada jurnalis adalah tindakan biadab yang menunjukkan bahwa Polri bukan sebagai aparat negara, melainkan sebagai aparat penguasa.


“Polisi sesungguhnya sangat mengetahui bahwa wartawan dilindungi UU dalam menjalankan tugas. Untuk insiden itu, Kepala Polda Jambi Brigjen Satriya Prasetya dan Kepala Polda Maluku Utara Brigjen Machfud Arifin harus bertanggung jawab dan segera menangkap pelaku penembakan karena tindakan tersebut melanggar UU Pers nomor 40/1999 pasal 4 tentang kebebasan pers.”

Sementara di Makassar, Sulawesi Selatan, pelecehan oleh aparat kepolisian terhadap wartawan juga terjadi saat sejumlah wartawan meliput bentrok antara mahasiswa dan polisi. Direktur Samapta Polda, Kombes Pol Ferdinand Wibisono menyebut wartawan sebagai provokator..

Pengamat Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN), Makassar, Dr Firdaus Muhammad MA menilai, pernyataan seorang pejabat polisi yang menyebut wartawan sebagai provokator  merupakan kekeliruan besar.

“Antara kepolisian, masyarakat dan media adalah satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan karena mereka saling membutuhkan. Masyarakat butuh informasi dan kegiatan dari penyelenggara lembaga ataupun institusi negara, dan penyebaran informasi itu merupakan tugas dari media” katanya.
(rill/Sulsel 3A)

Senin, 17 Juni 2013

Puting Beliung Terjang Aceh

SENKOM  ACEH – Sedikitnya enam unit rumah warga rusak parah diterjang angin puting beliung di sejumlah desa di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Minggu (16/6/2013) sore kemarin.

Pantauan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri dari Banda Aceh menyebutkan, meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Laporan dari personil di lapangan menyebutkan terjangan angin puting beliung merusak rumah warga atas nama Zakaria, di desa Bahagia Bersama, kecamatan Bandar, kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, atap rumah diterbangkan angin,” tulis Aceh 08.01 melalui milis Senkom.

Menurut Ketua Senkom dari lokal 08, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Pance Fauzan, kejadian yang berlangsung Senin (17/6/2013), pukul 07.23 WIB pagi tadi merupakan bencana susulan setelah Minggu sore, sehari sebelumnya memporak-porandakan sejumlah rumah warga.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue Alwi Alhas dari Banda Aceh mengatakan, sebagian besar rumah warga yang rusak itu, akibat tertimpa pohon yang tumbang. Lokasi kejadian  berjarak sekitar 100 mil laut pesisir pantai barat Aceh.

Selain merusak rumah warga, terjangan angin puting beliung yang disertai hujan lebat pada Ahad (16/6/2013), yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu, juga menumbangkan 14 tiang listrik milik PT PLN Cabang Meulaboh.Kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta lebih.

"Tumbangnya 14 tiang itu mengakibatkan jaringan listrik untuk Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya terpaksa dilakukan pemadaman selama tiga jam," kata Kepala PT PLN Cabang Meulaboh, Abdullah di Meulaboh sebagaimana dikutip dari city seruu.com.
(rill/Sulsel 3A)

Minggu, 16 Juni 2013

Hindari Titik Aksi…!! Jangan Ambil Resiko…!!

SENKOM MAKASSAR – Sekitar pukul 11.30 wita, Senin (17/3/2013) gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dari seluruh penjuru mulai berkumpul di bawah fly over, jalan Urip Sumoharjo-Pettarani, Makassar.
Fly Over titik aksi
Akibatnya kemacetan panjang dari empat ruas jalan di sekitar fly over, yakni jalan Urip Sumoharjo, jalan A.P.Pettarani dan Tol Reformasi tidak dapat terhindarkan. Puluhan petugas polantas kewalahan mengatur arus lalu-lintas.  
seharusnya menghindar
Barisan kendaraan yang mengular dalam kemacetan, tidak hanya terjadi di sekitar fly over, namun justru merembet ke sejumlah ruas jalan lainnya, karena sebagian pengguna jalan mencari jalan alternative menghindari beberapa ruas jalan yang menjadi titik aksi unjuk rasa.

“Saudara-saudara, beri kami jalan, anda jangan melintas..! berani melintas, kendaraan anda kami bakar..!” ancam mahasiswa yang bergerak di jalan A.P.Pettarani menuju fly over.
Dijaga ketat
Sementara sebagian mahasiswa lainnya bergerak memblokir jalan A.P.Pettarani, sebuah ruas jalan trans Sulawesi yang menghubungkan kota Makassar dan beberapa kabupaten lain di sebelah selatan kota Makassar.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, setiap SPBU yang ada di kota Makassar dijaga ketat puluhan aparat gabungan dari TNI dan Polri.
(rill/Sulsel 3A)