Translate

Sabtu, 11 Mei 2013

Tiga Hari Hujan Sungai Bontang Meluap


SENKOM,BONTANG-Hujan yang berlangsung selama tiga hari-tiga malam, sejak Kamis (9/5/2013) lalu, menyebabkan sungai di beberapa wilayah kota Bontang, Kalimantan Timur meluap.

banjir di kota Bontang
Kaltim 7 B, demikian callsign dari M.Yunus, anggota Senkom Mitra Polri dari kota Bontang melaporkan, banjir yang melanda beberapa wilayah di Bontang merupakan dampak kiriman air dari dua daerah tetangga Bontang, yaitu Kutai Timur dan Kutai Kartanegara dengan banyaknya perusahaan tambang batu bara di sana.

“Kami bersama seluruh jajaran, malam tadi melakukan patroli dan pemantauan di sepanjang sungai yang meluap akibat hujan deras yang mengguyur selama tiga hari lalu,” lapor M.Yunus melalui gateway Senkom, Minggu (12/5/2013) pagi.

Musibah banjir yang mengancam beberapa wilayah di Bontang, rupanya mendapat perhatian serius dari Pemprov Kaltim, yang menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5 miliar, khusus untuk penanganan banjir.
Meskipun sungai yang meluap itu berada di wilayah Bontang, namun pemerintah kota Bontang berharap, penyelesaian masalah banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Bontang, melainkan perusahaan, Pemerintah kabupaten Kutai Timur dan Pemerintah kabupaten Kukar.


KTM 7B dan SULSEL 3A
“Iya, mestinya begitu sebab meskipun Bontang tidak hujan, tetapi kalau di daerah tambang batu bara hujan, maka air sungai di Bontang pasti meluap dan airnya menggenangi pemukiman warga di dua kelurahan. Yaitu Kelurahan Guntung dan Kelurahan Gunung Telihan,” kata Suwarno, Katim 2B, wakil ketua Senkom Mitra Polri provinsi Kalimantan Timur.

Sebagai upaya mengantisipasi banjir, saat ini pemerintah setempat telah menyediakan sebuah waduk  di Gunung Telihan, hanya saja sarana tersebut belum berfungsi maksimal. Sehingga upaya normalisasi sungai merupakan solusi lain yang nampaknya harus segera dilakukan menyusul terjadinya pendangkalan sungai.

Selain Kelurahan Gunung Telihan, beberapa wilayah lainnya yang merupakan daerah rawan banjir, di antaranya kelurahan Belimbing, dan Kelurahan Kanaan, namun untuk Kanaan hanya akan terendam banjir jika volume hujan cukup tinggi bersamaan dengan pasangnya air laut.

(Sulsel 3A, sumber gateway Senkom dan berbagai sumber)

Kamis, 09 Mei 2013

Gerhana Matahari Sebagian di Langit Surabaya


SENKOM,SURABAYA - Sebuah Fenomena unik terjadi dua hari, sejak Kamis (9/5/2013) hingga Jumat (10/5/2013) pagi tadi, berupa Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang dapat disaksikan dari beberapa wilayah Indonesia.

Peristiwa alam Gerhana matahari sebagian itu dilaporkan anggota Senkom Mitra Polri dari Surabaya, Hannie Agus. Dari pengamatannya, cahaya matahari terhalang oleh bulan, sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. 

“Puncak gerhana matahari pagi ini mulai terlihat sekitar pukul 05:33 WIB, dan dapat dilihat dengan mata telanjang di langit Surabaya dan sekitarnya,”Kata  anggota Senkom (Sentra Komunikasi) Mitra Polri dari sektor kota Surabaya dengan call sign JBR 05.05D saat melaporkan situasi kamtibmas pagi melalui Gateway Senkom Jumat (10/5/2013) pagi tadi. 

Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, Bumi dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya. Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I, Surabaya membenarkan, jika proses mulainya Gerhana Matahari Sebagaian (GMS) di Surabaya tidak bisa dilihat. Namun, saat dalam posisi puncaknya bisa dilihat jelas.

“Puncak gerhana bisa terlihat di Surabaya pukul 05:33:49 dan berakhir pada 06:31:32. Seluruh warga bisa melihat fenomena alam ini dengan mata telanjang,”  ujar Juanda Arief Krisna, sebagaimana dikutip dari surabayapost.co.id.

Selain di Surabaya, gerhana matahari sebagian ini juga dapat dilihat dari hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatera Bagian Utara. Proses berawalnya gerhana menuju puncak hingga berakhirnya gerhana  dapat terlihat dari Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Merauke dan Jayapura,  masyarakat di enam daerah itu beruntung bisa menyaksikan puncak gerhana hingga gerhana berakhir. Sementara warga di Kupang dan Manado hanya bisa melihat proses awal dari gerhana itu.

Puncak gerhana juga bisa disaksikan di Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Manado, Kendari, Palu, Makassar. Proses berakhirnya gerhana  bisa dilihat dari Padang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Manado, Kendari, Palu, dan Makassar.

Selain di Indonesia, Penduduk di Negara sekitar Samudra Pasifik, Australia, Singapura, dan Filipina bagian Selatan juga bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian tersebut.

Adapun fase dan waktu terjadinya di setiap lokasi bisa berbeda-beda, karena hal ini bergantung pada posisi lokasi pengamat di permukaan Bumi dan posisi Bulan dan Matahari relatif terhadap posisi pengamat tersebut.

Berdasarkan keterangan dari BMKG, untuk tahun 2013 ini diprediksikan akan terjadi lima kali gerhana, yaitu dua kali Gerhana Matahari dan tiga kali Gerhana Bulan. Gerhana Matahari tersebut adalah berupa Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang terjadi pada 9-10 Mei 2013 dan Matahari Cincin (GMC) yang terjadi pada 3 November 2013.Sedangkan Gerhana Bulan yang terjadi adalah Gerhana Bulan Sebagian pada 25 April 2013 lalu, Gerhana Bulan Panumbra 25 Mei 2013 mendatang dan Gerhana Bulan Penumbra yang terjadi pada 18-19 Oktober 2013 mendatang. 

(Sulsel 3A, dari berbagai sumber)

Rabu, 08 Mei 2013

KM Setia Budi Meledak Penumpang Terbakar


SENKOM,KALIMANTAN SELATAN-Hingga pagi tadi, tim penyelamat dari berbagai institusi masih melakukan upaya pencarian korban dari KM Setia Budi yang meledak di Pelabuhan Panjang, Kotabaru Rabu (8/5/2013) kemarin.

Meledak dan terbakar

Anggota Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri, lokal Kalimantan Selatan, Iskandar Zulkarnaen melaporkan, kapal motor (KM) Setia Budi meledak dan terbakar sesaat akan meninggalkan dermaga pelabuhan, sebanyak 7 orang penumpang ditemukan dalam keadaan meninggal, satu diantaranya balita meninggal akibat ledakan yang bersumber dari kapal motor (KM) Setia Budi II dan disusul dengan kobaran api yang diselimuti asap hitam.

"Api langsung berkobar dari kapal motor yang terbuat dari kayu dan mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan bensin tersebut. Kobaran api yang cukup besar itu hampir saja menjalar ke pelabuhan, kalau saja tali kapal tidak putus,” lapor Iskandar Zulkarnaen melalui gateway Senkom.

“Saat ini rekan-rekan kita yang sedang memantau di lokasi melaporkan, beberapa orang awak kapal dan penumpang telah dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan perawatan, diantara mereka ada yang mengalami luka bakar,”lanjut anggota senkom dengan call sign Kasela 07.02 itu.

(Sulsel 3A)

Senkom Pantau Pilkada NTB

SENKOM,NTB - Bertempat di hanggar Helikopter Polda Nusa Tenggara Barat, jajaran Senkom Mitra Polri NTB secara bergilir melakukan piket pemantauan pilkada Gubernur NTB 2013. 
"Setiap hari ada tiga personil Senkom yang standby di Pos Pantau, yang diberi nama Pos Pantau Mantap Praja Gatarin Polda NTB, mereka bertugas melakukan pemantauan pelaksanaan pilkada dan memberikan informasi kepada jajaran kepolisian seputar hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas dan lancarnya aktifitas kegiatan pilkada," kata Wawan Hermana, Ketua Senkom NTB.

Sementara itu, untuk mengawal pelaksanaan pilkada yang pada Selasa 13 Mei 2013 mendatang akan dilaksanakan pencoblosan, pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB, maka saat ini sebanyak dua kompi  pasukan pengamanan dari Brimob Kelapa II Jakarta dan DIY telah tiba di Nusa Tenggara Barat.

Anggota Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri Nusa Tenggara Barat, Faqihuddin dari Pos Pantau Mantap Praja Gatarin Polda NTB, melaporkan, pilkada gubernur Nusa Tenggara Barat diikuti empat pasangan calon, yang ditetapkan melalui verifikasi faktual di KPU NTB pada tanggal 5 - 11 Februari 2013 lalu.

“Hari Kamis (9/5/2013) besok adalah hari terakhir pelaksanaan kampanye pasangan calon gubernur-wakil gubernur NTB, keempat pasangan masing-masing ingin memanfaatkan saat terakhir kampanye, mereka menggelar kampanye di beberapa titik, untuk pasangan incumbent, Muhammad Zainul Majdi dan pasangannya, Muhammad Amin memusatkan kegiatan kampanye di Lapangan Gotong Royong, Kecamatan Masbagik Lombok Timur.” Kata personil Senkom dengan call sign NTB 03.3A saat melaporkan melalui Gateway Senkom.

Lebih lanjut sekertaris Senkom dari Lombok Timur itu melaporkan, sebanyak 500 personil anggota Brimob dari Kelapa II Jakarta dan DIY, sejak Selasa (7/5/2013) kemarin telah tiba di Nusa Tenggara Barat, untuk ikut bergabung dalam kegiatan pengamanan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB yang akan digelar pada 13 Mei 2013.

Empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB, adalah pasangan Harun Al Rasyid, mantan Gubernur NTB periode 1998-2003 yang berduet dengan Lalu Abdul Muhyi Abidin, anggota DPR-RI. Pasangan ini didukung Partai Hanura dan 17 partai nonparlemen.

Kemudian Zulkifli Muhadli (Bupati Sumbawa Barat) berpasangan dengan Muhamad Ichsan (dosen Universitas Mataram). Duet ini diusung oleh Partai Bulan Bintang, Partai Kebangkitan Nasional Ulama, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia.

Pasangan lainnya, yakni Muhammad Zainul Majdi (gubernur incumbent) menggandeng Muhammad Amin (anggota DPRD NTB). Keduanya dijagokan oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Satu pasangan lagi, yakni Suryadi Jaya Purnama (Ketua Partai Keadilan Sejahtera NTB yang juga Wakil Ketua DPRD NTB) yang bergandengan dengan Johan Rosihan (Ketua Bidang Kebijakan Publik PKS NTB/anggota DPRD NTB). Duet kandidat ini didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, dan Partai Peduli Rakyat Nasional. 
(Sulsel 3A)

Selasa, 07 Mei 2013

Waspada...! Pelaku Curanmor Menyamar Sebagai Polisi


SENKOM,MALANG - Kepada seluruh masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, utamanya dalam menyikapi modus kejahatan yang makin beraneka ragam saat ini. Seperti yang terjadi di kota Malang, Jawa Timur. Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) cukup marak di wilayah hukum Polda Jatim ini.

Waspadalah...! Kejahatan ada di sekitar kita, 
Lindungi diri dan keluarga anda

Melalui milis Senkom, anggota Senkom Mitra Polri dengan call sign JTM 08.88, Choirul AM menulis, terjadi pencurian kendaraan bermotor roda dua, Jumat (3/5/2013) lalu, saat orang-orang tengah bersiap-siap menunaikan sholat Jumat.

“Sekitar pukul 11.35, ketika kami masih di rumah, orang-orang sedang persiapan memulai sholat jum'at-an, kami monitor dari Handy Talky, bahwa terjadi pencurian sepeda motor merek Tiger warna merah, dengan plat N 464, itu jelas nomor polisi wilayah kota Malang,”tulis Choirul.

Mendengar informasi tersebut, Choirul segera menginformasikan seluruh jajaran Senkom Mitra Polri seputaran Jawa Timur untuk mengawasi Tiger merah dengan nomor polisi yang disebutkan.

“Ini modus yang cukup baru di Malang, pencurinya diketahui memakai uniform polri, rompi hijau lantas, helm biru putih juga, saat itu juga kami langsung tarunakan kepada jajaran  melalui frekwensi uhf dan vhf, utk mengawasi tiger merah.”lanjut Choirul sambil meminta seluruh jajarannya selalu waspada

Untuk itu seluruh warga dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian,saat ini banyak sekali modus operandi kejahatan yang terjadi, di Jambi pelaku kejahatan curanmor menggunakan gendam dalam memperdaya korbannya, terakhir di Malang pelaku menyamar sebagai anggota polisi.

Rekan-rekan Senkom, Mari bantu Informasi untuk Masyarakat dan Polisi, agar Masyarakat hidup tentram serta damai.
 Jaya Senkom Mitra Polri -"Menembus Jarak Tanpa Batas"

(Sulsel 3A)

Call 110, Laporkan Gangguan Kamtibmas Jangan Iseng


INFO SENKOM - Sejak Januari 2013, Kepolisian Republik Indonesia meluncurkan Contact Center Polri 110.

Sebuah sistem jaringan komunikasi berbasis teknologi informasi, yang dibangun sebagai bentuk layanan kepolisian kepada masyarakat seperti penerimaan laporan, pengaduan, pertolongan, serta pelayanan informasi yang ditangani melalui sarana komunikasi jarak jauh.

Call center 110 ini dibentuk melalui Rapat Pimpinan Polri 2013 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan.
"Manfaatkan Call Centre 110 
namun jangan iseng"
Kepada masyarakat dipersilakan menggunakan layanan tersebut, untuk melaporkan peristiwa kecelakaan lalu lintas sampai tindakan kriminal yang terjadi, KDRT, Pencurian, Pemerkosaan, Penganiayaan, Pembunuhan, dan Lain-Lain termasuk terorisme.

Wakapolri Komjen Pol. Drs. Nanan Sukarna menjelaskan, layanan ini mampu merekam setiap laporan yang masuk, oleh karena itu masyarakat diminta untuk memanfaatkan layanan tersebut dengan baik, orang yang iseng akan dilacak dan diberikan sanksi.

“Ini merupakan sarana publik, kalau ada yang mengganggu sarana publik ya, ada sanksinya lah,”kata Nanan.

Untuk menerima setiap aduan dan laporan dari seluruh masyarakat, Polri menyiagakan sebanyak 100 operator, yang akan melayani selama 24 jam. Pusat pelayanan Polri 110 langsung dihubungkan dengan seluruh polres, polresta, polda, puskodalops Polri, dan piket polisi perairan dan udara (khusus untuk antisipasi perompakan di laut) di seluruh Indonesia.

Dari operator akan diteruskan ke polres-polres dan di polres siap memberikan pelayanan apa pun kepada masyarakat. Seluruh laporan masyarakat pun terekam pada sistem komputer. 
"Target petugas sampai di lokasi 5 hingga 10 menit sejak laporan diterima"
Tidak hanya telepon masyarakat iseng yang diancam sanksi, Polisi yang melakukan pembiaran terhadap laporan tersebut juga dapat diketahui melalui sistem tersebut. Polri akan mencek polisi yang bertugas dan jam berapa sampai TKP. Sistem akan melacak, Polisi mana, Koamandannya siapa, atau anak buahnya siapa.

Bagi masyarakat yang merasa dirugikan Polisi/Polantas atau Polisi nakal yang suka asal tilang di jalan tanpa salah, silakan laporkan ke NTMC Lantas Polri Telp 021-94287313 / 7948479. Jangan segan-segan gunakan layanan call center 110 untuk laporkan kejadian kriminal di sekitar anda, namun jangan iseng.
(Sulsel 3A)

Pertajam Deteksi Dini Polda Sulsel Ajak Masyarakat Bersinergi

Karo Ops Polda Sulsel bersama jajaran Senkom Sulsel
SENKOM,SULSEL - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar), Selasa (7/5/2013)  hari ini menggelar sosialisasi deteksi dini, dalam rangka tindaklanjut instruksi Presiden Republik Indonesia No 2 tahun 2013 tentang penanggulangan gangguan keamanan.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulselbar, Irjenpol Mudji Waluyo di hadapan seluruh Kepala Kepolisian Resort se-Sulselbar dan Sektor se-Kabupaten Bone di Gedung PKK Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, membeberkan penanganan kasus sengketa tanah di sejumlah wilayah Polda Sulsel seperti kasus tanah PTPN XIV Wajo yang sempat diduduki masyarakat hingga beberapa minggu. Kasus ini kemudian diselesaikan dengan jalur efektif.

"Sosialisasi ini untuk mengevaluasi apa yang telah dikerjakan dan mempertajam deteksi dini sehingga yang jelek tidak terulang dan yang baik dapat ditingkatkan," ungkap Kapolda.

Sementara itu Kepala Biro Operasional Polda Sulselbar, Kombes Pol Azis Samosir mengatakan, Masyarakat, pemerintah dan kepolisian harus bersinergi dalam penegakan keamanan lingkungan masyarakat. Karena itu, setiap pimpinan daerah dan aparat keamanan harus memahami penanganan gejolak di tengah masyarakat dengan memanfaatkan potensi masyarakat itu sendiri sembari melihat kondisi sekitar.

"Negara menggaji kita maka sudah sepantasnya setiap unsur dari negara ini bertanggung jawab memberikan dan berbuat yang terbaik." katanya.

"Manfaatkan potensi
           masyarakat 
sembari 
melihat kondisi sekitar"

Perwira polisi berpangkat dua bintang ini juga meminta agar jajaran kepolisian mengikuti gelar operasional dengan serius untuk pelayanan prima dan tegaknya hukum dalam rangka mewujudkan Kamdagri (keamanan dalam negeri) menjelang Pemilukada, Pilwakot, dan Pileg 2014.
(Sulsel 3A).